Tiga Inovasi BKPSDMD Babel Siap Diuji

PANGKAL PINANG — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajukan tiga inovasi unggulan sebagai implementasi kebijakan 1 (satu) Program 1 (satu) Inovasi pada Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pengajuan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 100.3.4.1/0136/BAPPEDA/2026, sekaligus bagian dari penguatan budaya inovasi di lingkungan pemerintahan daerah. Tiga inovasi yang diajukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut masing-masing adalah E-KINERJA, BEDULANG (Basis Elektronik Data Usulan Langsung Aparatur Negara), dan WI-PEDIA.

Ketiganya lahir dari kebutuhan yang berbeda, tetapi berada dalam satu garis kebijakan: mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, berbasis data, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan aparatur.

Plt. Kepala BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dora Wardani Mengatakan, inovasi adalah bagian yang sangat penting dalam percepatan pembangunan daerah, karena inovasi yang sarat akan nilai tambah akan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Bagi kami, inovasi bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, tetapi bagaimana sebuah gagasan mampu menjawab persoalan, menyederhanakan proses kerja, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memberikan nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat. Karena itu, setiap inovasi harus memiliki manfaat yang jelas, dapat diukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, tiga inovasi yang diajukan tersebut merupakan bentuk komitmen BKPSDMD untuk membangun ASN yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, ASN tidak cukup hanya mampu menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk mencari cara kerja yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pemerintahan saat ini.

“Melalui inovasi, kita ingin membangun pola pikir bahwa setiap permasalahan dapat menjadi ruang untuk melakukan perbaikan. Kami mendorong agar inovasi tidak berhenti pada pengajuan atau dokumentasi, tetapi benar-benar diimplementasikan, dievaluasi, dikembangkan, dan apabila terbukti efektif dapat direplikasi pada unit kerja lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Dora berharap pengajuan tiga inovasi tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas manajemen ASN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Inovasi diharapkan tidak hanya berdampak terhadap internal organisasi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan pencapaian sasaran pembangunan daerah.

“Yang paling penting adalah dampaknya. Inovasi harus mampu mengubah cara kerja menjadi lebih baik, memberikan solusi yang konkret, dan pada akhirnya memperkuat kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Inovasi pertama adalah E-KINERJA, yang dikembangkan oleh Wuri Hadayani, Ketua Tim Kerja Kinerja dan Disiplin pada Bidang Mutasi, Promosi, dan Penilaian Kinerja Aparatur (MPPKA) BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Inovasi ini merupakan kerjasama tim dan telah diuji sejak 2017. Kemudian, dikembangkan menyesuaikan dengan kebijakan daerah sampai dengan saat ini yang menjadikan E-KINERJA semakin lengkap dalam pengelolaan kinerja ASN. Hal ini juga yang menjadikannya sebagai salah satu inovasi yang telah melalui proses implementasi dalam jangka waktu relatif panjang.

E-KINERJA diarahkan untuk mendukung pengelolaan dan penilaian kinerja aparatur secara lebih terukur dan terdokumentasi. Kehadiran sistem ini menempatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak sekadar sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari proses pengelolaan sumber daya aparatur yang dapat dipantau dan dievaluasi secara sistematis.

Inovasi kedua adalah BEDULANG, akronim dari Basis Elektronik Data Usulan Langsung Aparatur Negara, yang digagas oleh Irsan Saputra, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi Kepegawaian, dan Kompetensi ASN (PPIKKA) BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Aplikasi BEDULANG yang telah ditetapkan pada tahun 2025 ini dirancang sebagai basis elektronik yang mendukung pengelolaan data usulan aparatur secara lebih terintegrasi. Pendekatan digital yang digunakan diharapkan dapat memperkuat akurasi data, mempercepat proses administrasi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada mekanisme pengusulan yang bersifat manual.

Sementara itu, inovasi ketiga adalah WI-PEDIA, yang dikembangkan oleh Maulani Barkah Shaliha, Widyaiswara Ahli Pertama BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada 2025. Inovasi ini merepresentasikan upaya pemanfaatan pengetahuan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi aparatur.

WI-PEDIA diarahkan untuk memperkuat akses terhadap pengetahuan dan informasi yang relevan bagi proses pembelajaran serta pengembangan kompetensi ASN. Dengan demikian, inovasi tidak berhenti pada digitalisasi proses administrasi, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama birokrasi yang adaptif.

Ketiga inovasi tersebut memiliki karakter yang berbeda. E-KINERJA berfokus pada pengelolaan kinerja dan disiplin aparatur, BEDULANG pada pengelolaan data serta proses administrasi kepegawaian, sedangkan WI-PEDIA pada penguatan pengetahuan dan pembelajaran aparatur. Perbedaan tersebut justru memperlihatkan bahwa inovasi di lingkungan BKPSDMD berkembang pada sejumlah lini strategis pengelolaan ASN.

Pengajuan inovasi ini juga berkaitan dengan pelaksanaan Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Dalam kerangka IGA, inovasi daerah menjadi salah satu instrumen untuk melihat kapasitas pemerintah daerah dalam menghasilkan pembaruan yang memberikan nilai tambah terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Bagi BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, langkah tersebut bukan semata-mata agenda dokumentasi atau pemenuhan administrasi inovasi. Lebih jauh, pengajuan E-KINERJA, BEDULANG, dan WI-PEDIA menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan ASN yang semakin digital, terukur, berbasis pengetahuan, dan berorientasi pada hasil.

Tiga inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa reformasi birokrasi tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Ia dapat tumbuh dari persoalan konkret di dalam organisasi, kemudian diterjemahkan oleh aparatur menjadi solusi yang lebih sederhana, terukur, dan dapat diterapkan. Di titik inilah inovasi memperoleh makna strategis: bukan sekadar sesuatu yang baru, melainkan sesuatu yang memberi perbaikan nyata bagi tata kelola pemerintahan.

Melalui pengajuan tiga inovasi tersebut kepada Bappelitbangda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BKPSDMD menegaskan komitmennya untuk menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja. E-KINERJA, BEDULANG, dan WI-PEDIA menjadi tiga contoh bahwa pengelolaan aparatur dapat terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman dengan teknologi sebagai instrumen, data sebagai dasar, dan peningkatan kualitas ASN sebagai tujuan.

Penulis: 
Ernawati Arif
Fotografer: 
Arya Kamandanu
Editor: 
Inovator BKPSDMD Babel
Sumber: 
BKPSDMD Babel